Kamis, 19 Juni 2014
SHOLAT DAN PESAN PESAN HISTORIOGRAFI
Sholat suatu ibadah yang terdiri dari ucapan –ucapan dan perbuatan –perbuatan tertentu yang dimulai dengan tabiratul ihrom (Allhu Akbar=Allah Maha Besar)
Dan diakhiri dengan salam (assalamualaikum warahmatullah= salam sejahtera dan rahmat Allah bagimu)dengan syarat tertentu.Sholat juga bermakana doa untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan dari Tuhan, seperti sholat yang dilaksanakan para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad s.a.w mendapat kewajiban sholat 5 waktu dengan segala syariat2nya .Inti sholat adalah mengingat Allah s.w.t,dan ini merupakan amalan hati .Adapun amalan-amalannya yang lain yakni gerak dan bacaan ,jika tidak dapat dipenuhi maka Allah s.w.t akan memberikan atau mentoleransi amalan sholat .Pada hakikatnya gerakan dan bacaan tersebut untuk membantu hati dan piker menuju kehadhirat Allah S.W.T. dengan khusyu’,tunduk dan patuh kepadanya
Ibadah sholat mempunyai kedudukan yang amat penting dalam islam dan merupakan fondasi yang kokoh bagi tegaknya agama islam .Hal ini di gambarkan oleh Rasulillah s.a.w dalam sebuah hadis yang artinya:Solat itu tiang agama ,barang siapa yang menegakkan sholat maka ia telah menegakkan agam dan barang siapa yang meninggalkan sholat berarti ia telah meruntuhkan fondasi agama(H.R.al-Baihaqy dari Umar).Ibadah sholat dalam islam sangat tinggi nilainya disisi Allah s.w.t,maka pelaksanaanya mendapat pahala surga dan pembangkangnya mendapat siksa neraka.
Mengerjakan perintah sholat tidak terbatas pada keadaan keadaan tertentu ,seperti pada saat keadaan badan saja ,situasi aman,tidak sedang bepergian dan sebagainya,tetapi umat islam untuk senantiasa mengerjakannya .Karena ibadah sholat sangat penting sehingga sholat ahrus dilaksanakan pada waktunya ,diamnapun dan bagaimanapun keadaan seorang muslim yang mukalaf
Perinatah untuk mendirikan kewajiban sholat ini telah diwahyukan oleh Allah SWT,dalam al-quran dan ditegaskan lagi dengan penjelasan2nya oleh Rasullillah s.a.w dalam sunahnya.Dalam al-qur’an .Allah swt telah menyatakan perintah salat beberapa ayat diantaranya ;al-Baqarah:ayat 43,83,110 dan 238;an-Nisa:ayat 78 dan 133;surat Hud ayat 114;dan masih banyak surat dan ayat yang menegaskan kewajiban shalat
Shalat mulai diwajibkan yang luar bias .Sebuah mu’jizat yang tak tertandingi oleh makhluk manapun yang mendiami pelanet bumi ini :Isra dan mikraj Nabi Muhammad s.a.w .Ia adalah suatu peristiwa yang menajubkan dan mengharamkan umat karena terjadinya sangat diluar dari kebiasaan yang selama ini dikenal manusia .Israk mi’raj Nabi Muhammad s.a.w itu bukanlah atas kehendak beliau dan tidak juga terjadi atas dasar kemampuan pribadi beliau,tetapi itu atas kehendak Allah S.W.T .Nabi Muhammad s.a.w berangkat diwaktu malam dari sebuah masjid (Masjid al –Hram) Makah dan akhirnya sampai dimasjid al-Aqsa di Palestin.Hal itu agaknya untuk memberi isyarat bahwa penjelasan hidup manusia menuju Allah SWT hendaknya bermula dari masjid ,yakni kepatuahan dari masjid ,yakni kepatuhan kepada Allah dan berakhir pula dengan masjid Ibnu Asyur menjadikan perjalanan isra dari Masjidil –Haram ke Masjid al-Aqsha dan kemudian kembali lagi ke masjid al-Haram untuk mengisyaratkan bahwa islam adalah ajaran Tauhid yang dibawa oleh nabi sejak masa Nabi Ibrahim a.s yang bermula diMasjid al-Hram .Ibrahim a.s sebagai nabi yang diperintah oleh Allah SWT untuk membangun kembali dan meninggikan Ka’bah,sehingga terbentuk aneka cabang syariatnya yang kemarkas di Baitul-Magdis,kemudian kembali lagi sebagai penutupnya ke Masjid al-Hram di Makh yang ajarannya disampaikan oleh Nabi Muhammad s.a.w .Menurut pendapat kebanyakan para ulama ,Isra dan Mi’raj itu terjadi pada lima tahun sebelum Nbi Muhammad saw hijrah ke Madinah.Semula salat ini diwajibkan kepada umat –umat Muhammad s.a.w lima puluh kali sehari semalam,tetapi kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali sehari semalam.Hal itu berdasarkan hadi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari sahabat Anas bin Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda :Allah mewajibkan atas umatku pada malam Isra dan Mikraj lima puluh salat.Kemudian saya meminta kepada Allah keringanan sehingga salat menjadi lima kali sehari semalam
Masjid al-Hram adalah masjid yang agung atau tempat sujud yang dihormati
Masjid Haram adalah bukan berarti hanya tempat yang digunakan sujud saja ,tetapi termasuk juga halaman bangunan itu.Masjid al-Haram adalah masjid yang agung dan dihormati .Denagn demikian Masjid al-Hram dapat meluas arealnya sesuai dengan kekuasaan dan banyaknya orang yang sholat serta I’tikaf dan thawaf.Menurut Thahir ibnu ‘Asyur,pada mas jahiliyah rumah- rumah penduduk mengelilingi lokasi Ka’bah dan masing2 arah dinamai bab/pintu ketika itu belum lagi ada tembok yang mengelilingi ka’bah atau tepatnya belum ada masjid sebagaimana yang kita kenal dewas ini .Karena itu ayat yang menyatakan bahwa Rasul S.A.W di isra’kan dari Masjid al-Hram ,tidak harus berarti bahwa beliau diisra’kan dari bangunan Masjid yang kita kenal dewasa ini ,tetapi ia juga dapat berarti dari rumah yang berada disekitar ka’bah ketika itu dalam hal ini adalah rumah Ummu Hanik binti Abi Thalib(anak paman Nabi s.a.w)di Makah .
Ada juga berpendapat ,bahwa ketika itu Nabi s.a.w sedang tertidur di areal sekitar Ka’bah ,misalnya Hijr Ismail .Dimana pun semua itu di cakup maknanya oleh Masjid al-Haram
Masjid al-Aqsha adalah tempat sujud yang terjauh ketika itu ,yakni terjauh dalam benak dan pandangan orangyaitu Bait al-Magdis di Palestian .Ada juga yang memahami kata Baital-Magdis dalam arti masjid yang terjauh ,dalam hal ini Masjid yang terletak di langit ketujuh
Orang Yahudidan orang selain mereka beranggapan bahwa Masjid al-Aqsha dibangun oleh Nabi Sulaiman a,s sekitar tahun 970 Masehi .Bermula,niat membangun tempat peribadatan itu dari ayah beliau yang juga nabi dan raja yaitu Nabi Daud a.s .Ini mereka kuatkan dengan apa yang tercantum dalam kitab perjanjian Lama II Kitab Semuil 7:12-14 dimana dinyatakan :bahwa :Anak kandung Nabi Daud a.s akan mengokohkan tahta kerajaanya kita jumpai dalam sebuah Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim melalui sahabat Nabi s.a.w Abu Dzarr a.s.dinyatakan bahwa sahabat itu bertanya :Masjid apakah yang pertama kali dibangun Nabi S.A.W menjawab :Masjid al-Haram,Abu Dzarr a.s bertanya :”Kemudian yang mana?” Nbi s.a.w menjawab :”Masjid Al-Aqsaa”shabat Nabi itu bertanya lagi :”Berapa lama jarak keduanya? Nabi s.a.w menjawab ;”Empat puluh Tahun”.
Yang dikenal sebelumnya agama Yerusalem kedatangan Khalifah Umar itu untuk mendatangi suatu perjanjian dengan Patriarch Sophrounius,Pemuka kaum Nasrani Yerusalem .Salah satu perjanjian itu adalah meneriama usul orang Kristen agar tidak memperkenankan orang 2 Yahudi memasuki/tinggal di Yerusalem pada kesempatan kunjungan Khalifah umar itu tentang letak Masjid yang didirikan Nabi Daud a.s/Nabi Sulaiman a.s.itu.Beliau diantar pada suatu lokasi yang salah satu pintunya telah dipenuhi oleh sampah ,dan berjatuhan ditangga pintu itu ,sehingga sulit untuk masuk dan melihatnya .Umar ibnu Khaththab mengucapkan takbir sambil memerintahkan pada bala tentaranya untuk membersihkannya .
Shakhrah /Batu itu diyakinkan sebagai tempat berpijak Nabi s.a.w dimirajkan ke langit
6c.Masjid al-Aqsaha sebagai masjid umat islam baru dibangun Khalifah Harwan bin Abd Malik dari Dinasti Abasiyah dengan menugaskan Haywah al –Kindi,salah seorang pakar muslim .Masjid itu mulai dibangun pada th 66 H.Pembangunannya dan bangunan Kubah ASH-Shakhrah baru selesai pada th 73 H
Penamaan masjid oleh al-Qur’an yang berada di palestina itu dengan nama Masjid al-Aqsa oleh al –Qur’an atas dasar niat pembangunanya sejak awal ,yaitu menjadi tempat patuh dan sujud kepada Allah S.W.T walaupun penyebutan dalam al-Qur’an hanya berupa puing2 saja.Itu juga sebagai isyarat kepada kaum mmuslimin agar memfungsikannya kembali sebagai tempat sujud dan agar mempertahankan fungsi tersebut hingga akhir masa
Tujuan hakiki dari ibadah shalat adalah pengkuan hati bahwa Allah SWT sebagai pencipta agung dan pernyataan patuh taat kepada-Nya serta tunduk tawadu’ atas kebesaran dan kemuliaan-Nya yang kekal dan abadi.Shalat tidak hanya merupakan perwujudan rasa syukur dan terima kasih terhadap nikmat yang di anugerahkan Allah SWT, tetapi juga mempunyai dampak positif bagi yang melakukannya. Dampak tersebut antara lain adalah selalu terjalinya hubungan yang kuat antara seorang hamba dengan pencipta yang membuat kenikmatan,keamanan,ketenangan dan seselamatan>Shalat juga merypakan sarana untuk menciptakan kebahagiaan,keberuntungan dan pewaris surga firdaus(Surat Al-Mu’minunn ayat 1 dan surat Al-Ma’ruf ayat 19). Dalam Hadis Rasulullah SAW menyatakan bahwa Shalat yang dilakukan lima kali sehari semalam itu dapat menghapus dosa sebagaimana air yang dipakai mandi dan menghilangkan daki yang ada dibadan(HR.Bukhari,Muslim Al-Tirmizi dan An-Nasai dari Abu Hurairah).Shalat yang dikerjakan dengan penuh kusyu’,takwa dan menghadap keridhaan Allah AWT akan mempunyai pengaryh yang mendalam dalam jiwa dan penopang manusia utuk berahlak mulia. Dengan demikian shalat dapat berperan sebagai alat penangkal serangan dari perbuatan keji dan mungkar (QS.29:45). Shalat termasuk kewajiban yang amat besar dalam Islam sesudah syahadat.Ia menjadi pembeda antara seorang muslim dan seorang kafir. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa yang membedakan antara yang muslim dan yang kafir adalah shalatnya.
Bila shalat itu dilaksanakan secara berjamaah banyak mengandung hikmah antara lain dapat berdampak timbulnya rasa persamaan,mencegah diskriminasi,menciptakan barisan yang kuat,menjadi sarana untuk melaksanakan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kemaslahatan umum dengan mengikuti seorang pemimpin (imam),tolong menolong dalam kebajikan demikian pendapat Wahbah Az-zuhaili (ahli fikih Mesir).
Selama ada diMekah,sebelum berhijrah ke Madinah,Rosulullah SAW dan umat islam melaksanakan shalat mengarah kea rah Ka’bah Masjid Al-Haram di Mekah.Namun,ketika beliau hijrah ke Madinah dan tiba ditempat itu beliau dan para pengikutnya mengarah dalam shalatnya ke Bait Al-Naqdis.Pengalihan kiblat dari Mekah ke Bait al_naqdis di Yerusalem itu bertujuan menurut pakar tafsir At-Thabari antara lain intuk menarik hati bani Israil,kiranya dengan persamaan kiblat itu mereka bersedia mengikuti ajaran Islam,karena kiblat mereka pun mengarah kesana dan karena Bait Al-Naqdis pun dibangun oleh Nabi Sulaiman A.S leluhur Bani Ismail yang mereka kagumi.Selama setahun setengah atau lebih sebulan,Nabi Muhammad SAW dan kaum muslim mengarah ke Baid Al-Naqdis dalam shalatnya,namun orang yahudi bertindak tidak bersahabat dabn memusuhi Nabi SAW dan umat islam.
Dalam kenyataannya,bahwa rasul SAW memilih Baid Al-Maqdis sebagai arah shalat tidak mencapai tujuan,bahkan kurang tepat bila dibandingkan dengan mengarah ke Ka’bah Baitullah di Mekah.Baitullah adalah rumah peribadatan pertama yang dibangunmanusia,yakni jauh sebelum Bait Al-Maqdis dibangun.Ka’bah pun merupakan arah kiblat leluhur nabi Muhammad SAW dari situlah,terbersit dalam hati nabi SAW untuk kembali Ka’bah dijadikan kiblat dalam shalatnya,sebagaimana sebelum beliau hijrah ke Madinah.
Allah SWT mengetahui keinginan Nabi SAW tersebut apalagi sering kali beliau mengarahkan pandangan kelangit walau tanpa bermahan,sebelum keinginan itu dikabulkan,Allah SWT memberikan terlebih dahulu bagaimana sikap yang akan ditampilkan orang-orang yahudi dan apa yang akan mereka ucapkan bila pengalihan kiblat ke Ka’bah terjadi (QS.Al-Baqarah ayat 142,143 dan 144). Mereka mengatakan bahwa kenapa umat islam tadinya mengarah ke Ka’bah di Mekah,kemudian ke Bait Al-Maqdis atas perintah Allah SWT,maka kenapa sekarang Allah SWT memerintahkan untuk menghadap kembali ke baitullah Mekah.Tentu ibadah mereka adalah kekeliruan atau Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin hanya mengikuti hawa nafsu mereka. Tentu ibadah mereka dahulu kala ketika menghadap ke Bait Al-Maqdis atau ke Ka’bah di Mekah sudah bataldan tidak ada pahalanya lagi. Menanggapi ucapan orang Yahudi Allah SWT memerintahkan untuk menjawab bahwa arah barat dan timur adalah milik Allah SWT. Kedua arah itu dama dalam kepemilikan,kekuasaan dan pengaturan Allah SWT. Karena itu,kemanapun seseorang muslim menghadapkan wajahnya dalam ibadah shalatnya,maka dia akan menemukan Tuhan-Nya disana.
Menghadap ke kiblat Ka’bah bertujuan mengarahkan umat islam ke satu arah yang sama dan jelas.Namun demikian,Allah SWT merwenang menetapkan apa yang dikehendaki-Nya menjadi arah bagi manusia untuk menghadap kepada-Nya. Boleh jadi perintah pengalihan kiblat pertama kali dari Mekah ke Bait Al-Maqdis karena Ka’bah masih dipenuhi berhala-berhala yang diletakkan oleh kaum musyrikin Arab. Perintah pengalihan ke Ka’bah karena Mekah dimana Ka’bah berada adalah berada dalam posisi pusat dan pertengahan bumi.
Sementara kaum sufi berpendapat bahwa pengalihan dalam shalat itu merupakan pengalihan wajah bukan hati dan pikiran. Karena hati dan pikiran hanyalah
Kepada Allah S.W.T .semata.Hati dan isinya adalah sesuatu yang gaib maka sesuai dengan sifatnya itu ia pun harus menghadap kepada yang maha gaib ,sedangkan wajah adalah sesuatu yang nyata ,maka ia pun di arahkan kepada sesuatu yang sifatnya nyata,yaitu bangunan berbentuk kubah yang berada di Masjid al –Haram maka permohonan Nabi Muhammad s.aw dikabulkan Allah SWT.Dan diperintahkan kepada seluruh umat islam tanpa terkecuali harus menghadap ke ka’bah dalam ibadah mereka dimanapun dan darimana pun sesorang berada arah yang dituju dalam sholat adalah Ka’bah dimasjid al-Haram
BAHAN BACAAN
• Al-Alusi,Syihabuddin as-Sayyid,Ruhal-Ma’ani fi Tafsir al-Quran al-Azim wassabi’ifal-Masani,Dar Ihya at –Turas al-Arabi,Beirut,t.t
• Al-Baraqhi,Ahmad Musthofa,Tafsir al-Maraqi,Bairut ,Daral-fiki,t.t
• Al-Qosimi ,Muhammad Jamlauddin,Mahasin at-Tawil,Beirut daral-Ihya al-Kutub al- Arabiyah
• Al-Qurtubi ,Muhammad ibu Ahmad ,al-Jamiliah kam al-qur’an ,Kairo,Dar asy-Sya’b.t.t
• Al-Bukhari,Abu Abdillah Muhammad ibn Ismail,Singapura ,Sulaiman Mari.t.t
• Ali,Abdullah Yusuf,The Holy Qur’an,BeirutDar al-Arabiyah.t.t
• Al-Thabari,Abu Ja’far Muhammad ibu Jarir Ja’mi al-Bayan Ilmu Tafsir al-qur’an,Mesir Mushafa al-BBI AL-Hlabi,1954
• Al-Wahbah,Tafsir al-Munir ,Beirut Daral al-Fiki AL- Mu’asir,t.t
• Al-Baqi ,Muhammad Fuad Abd,al-Mujam al-Mutahras Ilmu Alfadz al-Qur’an al-Karim ,Beirut ,Daral-Fikr,t.t
• Asqallhani,ibu Hajar,Fath al-Bari,Mesir,al-Halab 14,1957
• Departemen Agama ,al-Quran dan Tafsirnya,Tahun 2004
• Haikal ,Muhammad Husain ,Hayah Muhammad Kairo ,Daral-Maarif,1977
• Ibnu Hisyam,As-Sirah an-Nabawiyah,Kairo Daral Al-Taufiqiyah,t.t
• Muslim,Abi Husain Muslim ibnu Hajjah,al-Jami ash-Shohih,Beirut,Dar al-Fikri,t.t
• Shihab,Quraish,Tafsir al-Misbah,Jakarta ,Lentera Hati,2002
• Syatibi ,al-Muwafaqot,Bairut,Dar al-Ma’rifah,t.t
• Wajdi ,Muhammad Farid,Dairah al-Maarif al-Qarn al-Isyrin,t.t
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar